Tips Melindungi Keuangan Ketika Baru Memulai Bisnis

Mei 6, 2019

Bisnis

Startup yang gagal dapat meninggalkan lubang besar dalam keuangan keluarga Anda, dan berpotensi menyebabkan hilangnya kebebasan finansial sepenuhnya. Kegagalan ini lebih mudah bagi sebagian orang untuk goyah.

Startup dapat menimbulkan risiko keuangan yang serius, dan perencanaan keuangan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko-risiko ini.

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan oleh pemilik bisnis ketika menyiapkan anggaran startup adalah terlalu terburu-buru untuk meluncurkan bisnis tanpa cukup meneliti biaya startup dan biaya operasional yang dibutuhkan untuk tahun pertama, dan gagal untuk sepenuhnya memperhitungkan kebutuhan pengeluaran keluarga atau pribadi yang terpisah dari biaya bisnis.

Berikut adalah tiga kiat untuk melindungi keuangan bisnis Anda.

1. Pertimbangkan Menggunakan Model Bisnis yang Sudah Ada

Rencana bisnis adalah alat penting untuk membantu Anda fokus pada apa yang Anda cita-citakan untuk bisnis Anda dan bagaimana itu akan menguntungkan.

Namun, penggunaan terbaiknya adalah dengan model bisnis yang mapan atau di mana ada validasi pasar produk Anda.

Model bisnis yang terdefinisi dengan baik menciptakan lebih banyak kepastian tentang biaya startup dan operasional.

2. Waspadai Pembiayaan Utang

Pinjaman harus digunakan ketika ada tujuan yang jelas dan kebutuhan investasi khusus. Meminjam uang harus sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Menyiapkan anggaran yang komprehensif akan membantu Anda mencegah bencana keuangan dari startup baru Anda.

3. Pertimbangkan Sumber Pendapatan Alternatif

Anggaran yang komprehensif memungkinkan Anda untuk melihat sejauh mana ketergantungan Anda pada pendapatan dari startup untuk membiayai pengeluaran keluarga. Mengingat tingkat keberhasilan yang rendah, penting untuk mengurangi ketergantungan ini sebanyak mungkin.

Pengusaha harus memantau arus kas secara cermat dan mempertimbangkan sumber pendapatan alternatif untuk mengimbangi pendapatan awal yang tidak dapat diandalkan.

Banyak keluarga bekerja paruh waktu atau bergantung pada pendapatan dari investasi lain untuk membayar rumah, mendanai biaya kuliah, atau sebagai suplemen untuk pensiun. Ini tidak jauh berbeda dengan menetapkan tujuan tabungan untuk meluncurkan bisnis baru.

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *