Tips Tanpa Korbankan Waktu Luang, Agar Tetap Produktif
Bisnis , Ekonomi / Mei 6, 2019

Setiap orang memiliki kegiatan setiap hari, baik itu bekerja maupun bersekolah, pastinya Anda punya jadwal tersendiri di tiap harinya. Namun sebagai manusia pada biasanya, tentu Anda memiliki hobi yang harus Anda lakukan untuk mengurangi stres Anda. Atau, Anda mungkin memiliki pekerjaan yang harus Anda selesaikan untuk kantor Anda, tapi hingga hari libur tiba, pekerjaan tersebut belum juga selesai dan Anda harus mengerjakannya. Berikut cara agar Anda tetap produktif tanpa mengorbankan waktu luang Anda, dilansir dari Fast Company. Terapkan prinsip pareto Prinsip Pareto sendiri adalah prinsip yang dipopulerkan oleh seorang ekonom bernama Vilfredo Pareto. Dalam prinsip Pareto, untuk tidak membuang-buang waktu, ambillah kesempatan yang menurut Anda akan menghasilkan sesuatu paling besar. Menurut Pareto sendiri selaku pencetus prinsip ini, 20 persen dari tindakan yang kita lakukan memberikan persentase sebesar 80 persen untuk hasil. Jadi, Anda perlu bijak untuk mengambil keputusan agar Anda bisa mendapatkan yang terbaik dengan mengefektifkan waktu yang Anda miliki. Istirahat yang cukup Banyak miliarder yang menyarankan untuk selalu tidur 7 jam setelah bekerja. Jangan paksa untuk menjadi 3 atau 4 jam, karena secara psikologis, tidur memang akan mempengaruhi kinerja kita. Cukupkan waktu tidur Anda untuk bisa menjadi produktif tanpa mengganggu waktu luang Anda. Organisir pekerjaan Hal yang seringkali dilupakan…

Cara Sukses Bekerja Tapi Minim Pengalaman
Bisnis , Ekonomi / Mei 6, 2019

Anda pasti pernah menemui persyaratan dalam sebuah lowongan kerja bahwa kandidat yang memiliki pengalaman lebih diutamakan. Bagi seseorang yang baru lulus kuliah (fresh graduate) tentu memiliki pengalaman yang minim. Tak peduli apapun status Anda, apakah Anda baru saja lulus dari kampus atau ingin pindah pekerjaan, proses dalam mendapat pekerjaan baru tentu sangat melelahkan. Apalagi jika Anda tidak memiliki pengalaman mumpuni untuk bisa bekerja di posisi tersebut. Meski demikian, Anda tetap bisa bekerja tanpa pengalaman sedikitpun jika tahu caranya. Berikut hal yang bisa Anda lakukan, dilansir dari Study Breaks. Temukan kemampuan dan talenta yang sesuai Saat interview kerja, Anda mungkin bingung akan bercerita bagaimana Anda betul-betul memahami job description jika tidak punya pengalaman. Jangan khawatir, gali sedalam-dalamnya kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang ingin dilamar dan ceritakan sebagaimana Anda menceritakan pengalaman. Contohnya, Anda melamar jadi marketing, namun tidak pernah berjualan. Anda yakin Anda bisa melakukan persuasi dan negosiasi pada orang lain. Ceritakan bagaimana Anda merasa yakin, apakah sebelumnya Anda pernah berbicara dan orang-orang mengiyakan kata-kata Anda? Apakah Anda tipe orang yang mudah bergaul? Jika ya, ceritakan hal itu dan kaitkan bagaimana sikap Anda bisa membuat marketing perusahaan yang dituju bisa sukses. Buat Surat Lamaran yang mengesankan CV saja tidak cukup meyakinkan…

Cara Mudah Investasi, Tapi Belum Punya KTP
Bisnis , Ekonomi / Mei 6, 2019

Investasi merupakan hal yang penting. Setiap orang tentu diharapkan dapat melakukan atau belajar pentingnya investasi sejak dini. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ada orang tua yang mau mengarahkan anaknya untuk melakukan investasi, termasuk lewat Sukuk. Menanggapi hal ini, Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan pembiayaan dan Risiko Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, setiap orang memiliki kesempatan untuk melakukan investasi, termasuk generasi muda, termasuk anak-anak berinvestasi di Sukuk dengan modal dari orang tua. Meski demikian, dia menegaskan syarat utama yang harus dipenuhi yakni harus telah memiliki KTP. Jika belum memiliki KTP, maka investasi masih atas nama orang tua. “Kalau untuk putra, syarat untuk Investasi di Sukuk tabungan ini, harus sudah memiliki KTP. Kalau sudah punya KTP sudah bisa,” kata dia, di Perpustakaan Indonesia, Jakarta, Jumat (3/5). “Tapi kalau belum punya KTP, tunggu dulu harus atas nama orang tua dulu,” lanjut dia. Dia mengatakan sejauh ini sudah ada orang tua yang berinvestasi untuk anak mereka di Sukuk. Meskipun masih atas nama orang tua. Nilai investasinya pun terbilang cukup besar. “Kemarin itu, ada beberapa generasi Z yang umurnya 17, 18, 19 tahun itu masuk ke retail itu ada 37 orang, lalu ke Sukuk Tabungan ST003 itu ada 7 orang. Dan itu nilainya cukup fantastis. Kalau…

Pemuda yang Jadi Direktur Raksasa Ritel Dunia
Bisnis , Ekonomi / Mei 5, 2019

Alexandre Arnault (26) akan segera menjadi anggota dewan direksi perusahaan ritel makanan terbesar di Eropa: Carefour. Milenial ini akan menggantikan posisi bapaknya, Bernard Arnault, sebagai anggota dewan direksi Carefour di Eropa.Dilaporkan Reuters, miliuner Bernard Arnault memiliki 5,46 persen saham di Carefour melalui Groupe Arnault miliknya. Miliuner terkaya di Eropa itu mundur dari posisinya di dewan pada 15 April lalu. Alexandre akan menggantikan bapaknya, sebab masa jabatan Bernard masih sampai 2020 mendatang. Milenial satu ini pun sudah memiliki pengalaman sebagai CEO perusahaan koper Rimowa. Lulusan sekolah bergengsi Ecole Polytechnique ini pernah meniti karier sebagai investment manager di perusahaan produsen Louis Vuitton yang dipimpin bapaknya, LVMH. Jabatan dia pegang tahun 2015 hingga 2016 sebelum dia beralih memimpin Rimowa. Kegiatan Alexandre juga seperti milenial pada umumnya. Lewat akun Instagramnya, dia terlihat sering travel, memainkan musik Chopin di sebuah taman di kota New York, serta mengisi acara bisnis dan bertemu pebisnis tersohor seperti Jeff Bezos dan Warren Buffett. Anak-anak Bernault memang berseliweran di dunia bisnis. Putra bungsunya, Frederic, pada Oktober lalu diangkat sebagai direktur strategi dan digital dari perusahaan jam tangan Tag Heuer padahal usianya masih 23 tahun. Bernault merupakan orang terkaya di Eropa dengan harta USD 92,1 miliar atau Rp 1.314 triliun (USD…