Pemuda yang Jadi Direktur Raksasa Ritel Dunia
Bisnis , Ekonomi / Mei 5, 2019

Alexandre Arnault (26) akan segera menjadi anggota dewan direksi perusahaan ritel makanan terbesar di Eropa: Carefour. Milenial ini akan menggantikan posisi bapaknya, Bernard Arnault, sebagai anggota dewan direksi Carefour di Eropa.Dilaporkan Reuters, miliuner Bernard Arnault memiliki 5,46 persen saham di Carefour melalui Groupe Arnault miliknya. Miliuner terkaya di Eropa itu mundur dari posisinya di dewan pada 15 April lalu. Alexandre akan menggantikan bapaknya, sebab masa jabatan Bernard masih sampai 2020 mendatang. Milenial satu ini pun sudah memiliki pengalaman sebagai CEO perusahaan koper Rimowa. Lulusan sekolah bergengsi Ecole Polytechnique ini pernah meniti karier sebagai investment manager di perusahaan produsen Louis Vuitton yang dipimpin bapaknya, LVMH. Jabatan dia pegang tahun 2015 hingga 2016 sebelum dia beralih memimpin Rimowa. Kegiatan Alexandre juga seperti milenial pada umumnya. Lewat akun Instagramnya, dia terlihat sering travel, memainkan musik Chopin di sebuah taman di kota New York, serta mengisi acara bisnis dan bertemu pebisnis tersohor seperti Jeff Bezos dan Warren Buffett. Anak-anak Bernault memang berseliweran di dunia bisnis. Putra bungsunya, Frederic, pada Oktober lalu diangkat sebagai direktur strategi dan digital dari perusahaan jam tangan Tag Heuer padahal usianya masih 23 tahun. Bernault merupakan orang terkaya di Eropa dengan harta USD 92,1 miliar atau Rp 1.314 triliun (USD…

Atasi Sampah Plastik, Minimarket Sampah Bisa di Jadikan Solusi
Lifestyle / Mei 5, 2019

Pemerintah Kabupaten Tabanan bekerjasama dengan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa, dan PT HM Sampoerna Tbk menggelar acara puncak Hari Bumi dengan melakukan bersih-bersih lingkungan i sekitar Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Bali. Sekitar lima ratus warga dan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan aktivis lingkungan Andi Fadly Arifuddin ikut dalam acara ini. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, pihaknya turut mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam menerapkan Peraturan Gubernur Bali No 97 Tahun 2018 yang bertujuan menekan volume limbah plastik. Salah satunya melalui program minimarket sampah, di mana para warga dapat berbelanja kebutuhan dengan menggunakan sampah. “Saya menargetkan memiliki 10 minimarket sampah,” ujarnya di sela-sela acara bersih-bersih lingkungan tersebut. Bupati dua periode ini pun mengatakan, pihaknya gencar melakukan pelatihan daur ulang sampah kepada warganya. Pelatihan yang turut dibantu pihak swasta, termasuk Sampoerna, turut dilengkapi dengan mesin cacah plastik dan kompos. “Dalam menyelesaikan permasalahan sampah, jangan sampai ada jalan buntu. Setiap limbah plastik harus bisa di-recycle terus,” tegasnya. Dia juga menggandeng Sampoerna dan pihak lainnya dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah yang mendaur ulang material plastik menjadi produk ramah lingkungan. Sementara itu, Manajer Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Arga Prihatmoko mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan,…